Oleh: Mas Hizamuddin Kholil.
- Sejarah kopi:
Menurut Sayyid Abdur rohman bin Muhammad
Al-Aydrus dalam kitabnya linaasush Shofwah
bi Anfasil Qohwah;biji kopi pertama kali ditemukan pada akhir abad VII H di Yaman oleh Imam Abu Hasan Ali asy-Syadziliy (bukan pendiri tarekat Syadziliyah),
sementara Sayyid Abu Bakar
Al-Aydrus adalah yang
menyebarkan kopi di berbagai tempat. Beliau Sayyid Abu Bakar Al-Aydrus juga mengarang beberapa syair tentang kopi,
diantaranya:
“Wahai orang-orang
yang asyik dalam cinta sejati dengan-Nya, kopi
membantuku mengusir kantuk. Dengan pertolongan Allah kopi membuatku giat beribadah kepada-Nya di kala
orang-orang sedang terlelap”.
“Janganlah kau mencelaku karena aku meminum
kopi, sebab kopi adalah minuman para junjungan yang mulia”.
Pada awal Abad 16, kopi di negara Arab mulai merambah dunia sekuler.
Ahmet Pasha, Gubernur Mesir yang berkuasa ketika itu, membangun banyak kedai
kopi sebagai proyek umum yang bertujuannya untuk popularitas politik. Pada
pertengahan Abad 17, dua orang saudagar dari Syria, Hakm dan Shams,
memperkenalkan kopi ke Istanbul dan usaha ini membuat mereka sangat kaya raya. Namun,
beberapa abad kemudian, kopi mulai dicurigai oleh banyak orang karena efek
kafeinnya dan semangat “ngumpul” orang-orang karena kopi ini. Kedai kopi pun
kemudian dianggap sebagai saingan masjid, dan kemudian dianggap sebagai minuman
yang haram.Pada bulan Ramadan di tahun 1539, semua kedai kopi di Kairo
dihancurkan oleh massa dan ditutup selama beberapa hari. Sultan Murat IV
kemudian memutuskan untuk melarang adanya kedai kopi, dan pelarangan ini
didukung oleh kaum moralis. Tapi akhirnya “perang” ini dimenangkan oleh kaum
peminum kopi yang memang berpendidikan lebih tinggi, sangat religius dan
mempunyai kedudukan politik.
- Hukum meminum kopi:
Hukum asal dari meminum kopi
adalah mubah, sebab hukum asal dari segala sesuatu adalah halal. Namun, hukum ini dapat berubah karena hal-hal diluar kopi
tersebut, seperti karena kondisi orang yg meminumnya. Semisal, orang yg
menderita suatu penyakit, dan salah satu pantangannya adalah tidak boleh minum
kopi, maka hukum minum kopi baginya bisa menjadi makruh atau bahkan haram
tergantung dari seberapa besar efek negatif setelah meminumnya, dan bisa juga
hukumnya berubah menjadi sunat apabila dengan minum kopi akan menjadikan
pikirannya lebih berkonsentrasi saat belajar atau bekerja, bahkan bisa menjadi
wajib, semisal bagi orang yg belum mengerjakan sholat tapi dia ngantuk berat,
maka hukum meminum kopi menjadi wajib apabila cara itu dengan meminum kopi ia
tidak mengantuk lagi dan bisa mengerjakan sholat.
Fatawi Ar-Romli, Juz : 4 Hal : 38-39
سئل - رحمه
الله - عن جماعة يشربون القهوة مجتمعين لا على وجه منكر بل يذكرون الله تعالى
ويصلون على النبي - صلى الله عليه وسلم - بسبب أنها تعين على السهر في الخير فهل
يحرم شربها لقول بعض إنها مسكرة أم لا وهل يعمل بقول الجم الغفير أنها غير مسكرة
ولا مخدرة أم بقول عدد قليل بخلافه وهل يعمل بقول مستعملها بأنها غير مسكرة ولا
مخدرة أم بقول غيرهم وهل تقاس على غيرها مما يحرم أو لا؟
فأجاب: بأنه
يحل شربها؛ لأن الأصل في الأعيان الحل؛ لأنها مخلوقة لمنافع العباد ولآية {قل لا
أجد في ما أوحي إلي محرما} [الأنعام: 145] ؛ ولأنها غير مسكرة ولا مخدرة فقد
أخبرني جمع ممن أثق بهم من طلبة العلم ممن استعملها أنها لا تسكر ولا تخدر ويقدم
إخبار الجم الغفير على إخبار العدد القليل، وإخبار مستعملها على إخبار غيرهم ولا
يصح قياسها على غيرها في التحريم إلا إن وجد فيها علة حكم المقيس عليه من إسكار أو
تخدير أو إضرار، وقد تقدم أن ذلك غير موجود فيها ثم رأيت فتوى لبعض علماء اليمن
وهو القاضي أحمد بن عمر المزجد اليمني أنها لا تغير العقل، وإنما يحصل بها نشاط،
وروحنة وطيب خاطر لا ينشأ عنه ضرر بل ربما كان معونة على زيادة العمل فيتجه أن لها
حكمه فإن كان ذلك العمل طاعة فتناولها طاعة أو مباحا فمباح فإن للوسائل حكم
المقاصد اهـ
Fatawi Al Kholili, Juz : 2 Hal : 296
وقال الشهاب
بن حجر رحمه الله تعالى: حدث قبل هذا القرن العاشر شراب يتخذ من قشر البن يسمى
بالقهوة، وطال الاختلاف فيه حلا وطهارة وضدهما، فمن مفرط يفتي بالإسكار والنجاسة
نظرا إلى أنها تورث نشاطا وطراوة تؤثر في البدن عند تركها، ومن مفرط يفتي بأن بأن
شربها قربة فضلا عن الحل والطهارة نظرا إلى أنها تزيل ما في النفس من فتور وكسل
وتعين على السهر والعبادة، والحق في ذلك أنه لا إسكار فيها ولا تخدير، والحاصل بعد
كلام طويل أن ذاتها مباحة ما لم يقترن بها عارض يقتضي التحريم كإدارتها على هيئة
الخمر المخصوص بها مجرد الإدارة فإنها لا حرمة فيها، فقد أدار النبي صلى الله عليه
وسلم اللبن على أصحابه وكاستعمال مخدر معها، ولكن إذا قصدت للإعانة على قربة كانت
قربة أو على مباح كانت مباحة أو على مكروه كانت مكروهة أو على حرام كانت حراما
وحينئذ فتأتي فيها الأحكام الخمسة
Al Fiqhul Islami Wa Adillatuh, Juz : 7 Hal : 5505
سئل صاحب
العباب الشافعي عن القهوة، فأجاب: للوسائل حكم المقاصد، فإن قصدت للإعانة على قربة
كانت قربة، أو مباح فمباحة، أو مكروه فمكروهة، أو حرام فمحرمة.
- Manfaat meminum kopi:
Menurut Imam Ahmad As-Subki: “Kopi manfaatnya yaitu untuk
membuat semangat ibadah dan pekerjaan penting juga menghancurkan makanan, agar
tidak masuk angin dan menghilangkan dahak yang banyak.” Dan dalam Tarikh Ibnu Toyyib
dikatakan:
يا قهوة تذهب هم الفتى # انت
لحاوى العلم نعم المراد
شراب اهل الله فيه الشفا # لطالب الحكمة بين العباد
حرمها الله على جاهل # يقول بحرمتها بالعناد
شراب اهل الله فيه الشفا # لطالب الحكمة بين العباد
حرمها الله على جاهل # يقول بحرمتها بالعناد
“Kopi adalah penghilang
kesusahan pemuda, senikmat-nikmatnya keinginan bagi engkau yang sedang mencari
ilmu. Kopi adalah minuman orang yang dekat pada Allah didalamnya ada kesembuhan
bagi pencari hikmah diantara manusia. Kopi diharamkan bagi orang bodoh dan
mengatakan keharamannyadengan keras kepala.” Sementara dalam kitab Hadzihi
hiya As-Sufiah Fi Hadramaut Halaman 56 karya
Syekh Ali Babakr diceritakan bahwa Suatu ketika as-Sayyid Ahmad bin Ali Bahr
al-Qadimi jumpa dengan Nabi Muhammad SAW dalam keadaan terjaga. Ia berkata
kepada Nabi Saw.:
“Wahai Rasulullah, aku ingin
mendengar hadits darimu tanpa perantara.”
Nabi Muhammad SAW kemudian
bersabda:
“Aku akan memberimu 3 hadits ;
1. Selama bau biji kopi ini masih
tercium aromanya di mulut seseorang, maka selama itu pula malaikat akan
beristighfar (memintakan ampun) untukmu.
2. Barangsiapa yang menyimpan
tasbih untuk digunakan berdzikir maka Allah akan mencatatnya sebagai orang yang
banyak berdzikir, baik ia gunakan tasbihnya atau tidak.
3. Barangsiapa yang duduk bersama
waliyullah yang hidup atau yang sudah wafat maka pahalanya sama saja dengan ia menyembah Allah di
seluruh penjuru bumi.”
Wallahu A’lam.
0 Response to "Sejarah, Hukum Dan Manfaat Meminum Kopi"
Posting Komentar